Radio Komunitas Petani

Wilujeng Kepanggih - radionewongtani.blogspot.com.

Radio Komunitas Petani

Wilujeng Kepanggih - radionewongtani.blogspot.com.

Radio Komunitas Petani

Wilujeng Kepanggih - radionewongtani.blogspot.com.

Radio Komunitas Petani

Wilujeng Kepanggih - radionewongtani.blogspot.com.

Radio Komunitas Petani

Wilujeng Kepanggih - radionewongtani.blogspot.com.

Senin, 14 Maret 2011

Genetika tanaman kunci pengamanan pasokan pangan dunia

MARET 2011
                             
Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Senator Joe Ludwig, akan menyampaikan kepada para rekan menterinya di suatu konferensi di Bali hari ini bahwa konservasi dan pelestarian bahan genetika tanaman merupakan kunci penanganan keamanan pangan global.


“Dampak kejadian-kejadian cuaca ekstrim akhir-akhir ini di Australia pada produksi pangan telah menyoroti betapa pentingnya mengamankan sumber daya genetika tanaman pangan itu,” tutur Menteri Ludwig.


Menteri Ludwig akan menjadi ketua bersama pada suatu Pertemuan Tingkat Menteri yang diselenggarakan oleh Indonesia bersamaan dengan Sesi Keempat Badan Pemerintahan Traktat Internasional tentang Sumber Daya Genetika Tanaman untuk Pangan dan Pertanian (Traktat).

Menteri Australia berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan pertanian, perdagangan dan keamanan pangan

8 Maret 2011

Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Senator Joe Ludwig, akan berkunjung ke Indonesia minggu ini untuk kali pertama kunjungan luar negeri sebagai Menteri Pertanian.

Kunjungan tersebut akan mencakup pertemuan dengan perwakilan utama politik, pertanian, kehutanan dan kelautan Indonesia.

“Indonesia adalah mitra perdagangan penting untuk Australia, dan pasar pertanian kami yang terbesar keempat,” tutur Menteri Ludwig.  

Pada 2010, Australia mengekspor produk pertanian sebesar A$2 milyar ke Indonesia. Indonesia adalah pasar gandum, ternak hidup dan kentang terbesar kami dan pasar utama untuk gula dan susu.

Sabtu, 26 Februari 2011

EMBUNG Pembuatan dan Manfaat

Petani di lahan tadah hujan umumnya bercocok tanam padi atau palawija hanya du kali setahun. pada pertanaman pertama hasilnya cukup baik karena air masih tersedia. Namun pada pertanaman kedua hasilnya menurun bahakan sering mengalami kegagalan karena kekurangan air. Membangun irigasi dilahan tadah hujan memerlkan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, pembangunan embung merupakan cara pengairan yang murah dan sederhana tetapi berdaya guna. Embung adalah kolam penampung air hujan saat musim hujan, dan airnya dimanfaatkan untuk menyiram tanaman pada musim kemarau.

Tujuan Pembuatan Embung
  1. Menyediakan air untuk pengairan tanaman pada musim kemarau.
  2. Meningkatkan produktivitas lahan, invensitas tanam, dan pendapatan petani di lahan tadah hujan.
  3. Mengaktifkan tenaga kerja pada musim kemarau sehingga menguragi urbanisasi dari desa ke kota.
  4. Mencegah/mengurangi luapan air pada musim hujan serta menekan risiko banjir.

Selasa, 15 Februari 2011

Informasi Pertanian Terbaru

Penyakit Darah Pisang (Sulteng)
Poster
Pemanfaatan Kotoran Ternak Untuk Biogas (Sulteng)
Poster
Pedoman Pencegahan Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas sp.)
Leaflet Pedoman Pencegahan Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas sp.), BPTP Sulteng 2008
Pedoman Penangkar Benih Jagung
Leaflet Pedoman Penangkar Benih Jagung, BPTP Sulteng 2008
Pemanfaatan Kotoran Ternak untuk BIOGAS
Leaflet Pemanfaatan Kotoran Ternak untuk BIOGAS, BPTP Sulteng 2008
Pedoman Pelaksanaan Sambung Samping KAKAO
Leaflet Pedoman Pelaksanaan Sambung Samping KAKAO, BPTP Sulteng 2008
Integrasi Padi - Sapi
Leaflet Integrasi Padi - Sapi, BPTP Sulteng 2008
Teknologi Pengolahan Minyak Kelapa Bermutu
Leaflet Teknologi Pengolahan Minyak Kelapa Bermutu, BPTP Sulteng 2008
Pemanfaatan Limbah Kelapa (Sulteng)
Poster
Hama Lalat Buah
Poster : Hama Lalat Buah, BPTP Sulteng, 2007
Pengendalian Hama Tikus dgn Sistem Bubu Perangkap
Leaflet Pengendalian Hama Tikus dgn Sistem Bubu Perangkap, BPTP Sulteng 2007
Budidaya Bawang Merah
Leaflet Budidaya Bawang Merah, BPTP Sulteng 2007
Pengelolaan Penyakit Tungro secara Terpadu
Leaflet Pengelolaan Penyakit Tungro secara Terpadu, BPTP 2007
Klon Unggul Kakau Nasional
Leaflet Klon Unggul Kakau Nasional, BPTP Sulteng 2007
Virgin Coconut Oil
Leaflet Virgin Coconut Oil, BPTP Sulteng 2007
Pengendalian Parasit Cacing pada Kambing (Sulteng)
Poster
Pembuatan VCO
Buah kelapa telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan maupun bahan keperluan lain. Pada saat produksi melimpah harga jual di petani menjadi rendah. Oleh karena itu untuk meningkatkan pendapatan petani pada saat produksi melimpah perlu diolah kedalam bentuk lain yang dapat meningkatkan nilai jual yang cukup baik. Saat ini telah dikenal Virgin Coconut Oil (VCO) yaitu minyak kelapa murni yang diyakini mempunyai khasiat untuk menjaga kesehatan.
Budidaya Cabai
Leaflet mengenai Budidaya Cabai di Sulawesi Tengah TA 2006 (BPTP Sulteng)
Thresher Padi Pedal Model Lipat
Leaflet Thresher Padi Pedal Model Lipat, BPTP Sulteng 2006
Flu Burung Afian Influenza
Leaflet Flu Burung Afian Influenza BPTP Sulteng 2006
Budidaya Tomat
Leaflet Budidaya Tomat 2006, BPTP SULTENG 2006
Penanganan Jeruk Segar
Leaflet Penanganan Jeruk Segar, BPTP Sulteng 2006
Pemupukan Padi berdasarkan Bagan Warna Daun
Leaflet Pemupukan Padi berdasarkan Bagan Warna Daun, BPTP SULTENG 2006
Peningkatan Rendemen dan Mutu Beras (Sulteng)
Peningkatan Rendemen dan Mutu Beras melalui Konfigurasi Penggilingan Padi
Budidaya Kacang Tanah
Teknik Budidaya Kacang Tanah, BPTP Sulteng, 2005
Profil BPTP (Sulteng)
Profil BPTP Sulteng
Usahatani Jagung (Sulteng)
Teknik Budidaya jagung
Penanaman Bibit Muda Pada Padi Sawah (Sulteng)
Teknik Penanaman padi dengan mempergunakan bibit padi yang masih muda
Cara Sederhana Mengawetkan Telur Itik
Leaflet : cara sederhana mengawetkan telur itik, PUSTAKA,2005
Biomas Jagung
Leaflet Biomas jagung (diterbitkan BPTP NTB)


Kamis, 10 Februari 2011

PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI SAWAH IRIGASI




MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS, EFISIENSI SUMBERDAYA
BERWAWASAN LINGKUNGAN & BERORIENTASI AGRIBISNIS
KOMPONEN UTAMA TEKNOLOGI
* pengolahan tanah sempurna
* Benih bermutu varietas spesifik lokasi
* Persemaian baik
* Bibit muda (umur 15 - 20 hari)
* Pengairan berselang (intermitten)
* Pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan
ketersediaan hara tanah
* Pengendalian hama terpadu
* Penanganan panen dan pasca panen
secara tepat

Teknis Verifikasi Dan Penyaluran Dana BLM- PUAP


1.1.        Latar Belakang

Program PUAP dilakukan oleh petani (pemilik dan/atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani miskin di perdesaan melalui koordinasi Gapoktan sebagai lembaga yang dimiliki dan dikelola oleh petani.  Kementerian Pertanian mulai tahun 2008 telah melaksanakan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dibawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) dan berada dalam kelompok program pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan PUAP mengacu kepada pola dasar yang ditetapkan dalam PERMENTAN Nomor 29/Permentan/ OT.140/3/2010 untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana BLM PUAP kepada Gapoktan dalam mengembangkan usaha produktif petani dalam mendukung 4 (empat) sukses Kementerian Pertanian yaitu (1) swasembada dan swasembada berkelanjutan, (2) diversifikasi pangan, (3) nilai tambah, daya saing, dan ekspor, dan (4) peningkatan kesejahteraan petani. Strategi dasar yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, optimalisasi potensi agribisnis, fasilitasi modal usaha petani kecil dan penguatan kelembagaan.

Agar pelaksanaan PUAP dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan negara, perlu Petunjuk Teknis Verifikasi dan Penyaluran Dana BLM-PUAP sebagai acuan bagi Gapoktan, Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota, Tim Pembina PUAP Provinsi dan Tim PUAP Pusat, dalam penyiapan dokumen, verifikasi dokumen dan penyaluran dana BLM-PUAP.

1.2.        Tujuan

Tujuan Petunjuk Teknis Verifikasi dan Penyaluran Dana BLM-PUAP, untuk :      
a.       menyusun RUB dan dokumen administrasi lainnya sebagai syarat penyaluran dana BLM-PUAP;
b.       memperoleh data dan dokumen yang akurat sebagai dasar untuk penyaluran dana BLM-PUAP;
c.       memperlancar pelaksanaan verifikasi dokumen penyaluran dana BLM-PUAP; dan
d.       mempercepat penyaluran dana BLM-PUAP.

1.3.        Sasaran

a.       tersusunnya RUB dan dokumen administrasi lainnya sebagai syarat penyaluran dana BLM-PUAP;
b.       diperolehnya data dan dokumen yang akurat sebagai dasar untuk penyaluran dana BLM-PUAP;
c.       terlaksananya verifikasi dokumen penyaluran dana BLM-PUAP; dan
d.       tersalurnya dana BLM-PUAP.

1.4.             Ruang Lingkup
Ruang lingkup Petunjuk Teknis meliputi kelembagaan gapoktan PUAP, prosedur penyaluran dana BLM-PUAP, prosedur pemanfaatan dana BLM-PUAP, pelaporan dan penutup.

    

KELEMBAGAAN GAPOKTAN PUAP


2.1.       Gapoktan

PERMENTAN  Nomor 29/Permentan/OT.140/3/2010 tentang Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) menetapkan bahwa Gapoktan sebagai pelaksana PUAP, merupakan kumpulan beberapa kelompok tani  yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha dalam satu kawasan desa. Tujuan penggabungan kelompok menjadi Gapoktan dalam PERMENTAN Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007 adalah untuk menggalang kepentingan bersama secara kooperatif agar kelompok tani lebih berdaya guna dan berhasil guna, dalam penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau perluasan usaha tani di sektor hulu dan hilir, pemasaran serta kerjasama dalam peningkatan posisi tawar.

Kriteria Gapoktan penerima bantuan modal usaha PUAP adalah antara lain: a) Memiliki SDM  untuk mengelola usaha agribisnis; b) Mempunyai kepengurusan yang aktif dan dikelola oleh petani; dan c) Pengurus Gapoktan adalah petani dan bukan aparat Desa/kelurahan, d) Dikukuhkan dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota; dan e) Tercatat sebagai gapoktan binaan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Pada setiap desa ditetapkan 1 (satu) Gapoktan penerima Dana BLM PUAP. 

Dalam pelaksanaan PUAP, peran aktif anggota melalui musyawarah/rapat anggota sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan. Hal-hal yang diputuskan pada musyawarah/rapat anggota, antara lain memilih dan memberhentikan pengurus, penambahan anggota, pengesahan program Gapoktan terkait dengan penyaluran dana PUAP, penetapan unit usaha otonom, evaluasi pengembangan pengelolaan unit usaha Gapoktan, penyusunan dan perubahan RUB, tahapan penyaluran dan pemanfaatan dana PUAP.

Gapoktan sebagai pengelola dana PUAP paling kurang dilengkapi pengurus yang terdiri atas: (a) Ketua, (b) Sekretaris dan  (c) Bendahara. Dalam pengembangannya dapat dibentuk Unit Usaha Otonom yang ditetapkan berdasarkan musyawarah/rapat anggota.

2.1.1.  Musyawarah/Rapat  Anggota Gapoktan
Sebagai forum tertinggi dalam pelaksanaan PUAP yaitu musyawarah/rapat anggota, yang dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut:
1.       Musyawarah/rapat anggota dihadiri paling kurang dua pertiga dari jumlah anggota, Penyuluh Pendamping dan Komite Pengarah.
2.       Musyawarah/rapat anggota dilaksanakan secara periodik sesuai kesepakatan anggota.
3.       Tujuan musyawarah/rapat anggota untuk menetapkan :
a.       RUB (Rencana Usaha Bersama).
b.       Mekanisme penyaluran dan pemanfaatan dana BLM- PUAP.
c.       Pola pengembangan usaha agribinis anggota dan unit usaha otonom Gapoktan.
d.       Tata tertib rapat anggota.
e.        Pengesahan pertanggungjawaban pengurus.
2.1.2.  Pengurus Gapoktan
Pengurus Gapoktan terdiri atas Ketua, Sekretaris dan Bendahara adalah petani anggota yang dipilih dalam musyawarah/rapat anggota. Untuk menjalankan fungsi organisasi PUAP, masing-masing Pengurus Gapoktan PUAP mempunyai tugas sebagai berikut :
(a) Ketua
Mengkoordinir, mengorganisir dan bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan PUAP, antara lain :
1.       pelaksanaan hasil keputusan rapat anggota;
2.       pelaksanaan rapat pengurus yang dihadiri pengurus poktan, komite pengarah dan penyuluh pendamping;
3.       penandatanganan surat menyurat dan dokumen pelaksanaan PUAP antara lain RUB dan dokumen yang terkait dengan pencairan dana PUAP;
4.       perwakilan Gapoktan dalam pertemuan dengan pihak lain;
5.       pelaporan dan pertanggung jawaban dana BLM- PUAP; dan/atau
6.       pengorganisasian dan pengadministrasian Gapoktan PUAP.

(b) Sekretaris
Melaksanakan administrasi kegiatan Gapoktan PUAP, antara lain:
1.       pembuatan dan penyimpanan notulen rapat, berita acara, serta dokumen PUAP lainnya;
2.       penyelenggaraan surat-menyurat dan pengarsipan;
3.       pengadministrasian dokumen RUB. RUK, RUA dan kegiatan organisasi lainnya;
4.       pelaporan bulanan dan laporan tahunan kegiatan Gapoktan.

(c)  Bendahara
Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan Gapoktan, antara lain :  
1.       penarikan/pencairan sesuai dengan jadwal pemanfaatan oleh anggota;
2.       penyaluran dana BLM-PUAP sesuai dengan RUB, RUK dan RUA dan atau jadwal pemanfaatan dana yang diusulkan anggota;
3.       pembukuan setiap penyaluran dana PUAP kepada anggota;
4.       penyimpanan dan pemeliharaan arsip pembukuan dana PUAP; dan/atau
5.       penyusunan laporan bulanan dan tahunan keuangan Gapoktan PUAP.

2.2.       Kelompok Tani

Susunan keanggotaan kelompok tani terdiri atas pengurus dan anggota. Pengurus terdiri atas Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
Pengurus kelompok tani mempunyai tugas antara lain :
1.       menyelenggarakan musyawarah/rapat anggota kelompok dalam penyusunan Rencana Usaha Kelompok (RUK) berdasarkan Rencana Usaha Anggota (RUA);



2.       menyampaikan hasil keputusan musyawarah/rapat anggota Gapoktan kepada anggota kelompok tani;
3.       mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan usaha kelompok sesuai hasil keputusan musyawarah/rapat anggota Gapoktan; dan/atau
4.       mengkoordinasikan penyaluran dana BLM PUAP yang diterima dari Gapoktan kepada anggota sesuai RUA.

2.3.       Komite Pengarah

Kepala Desa/Lurah dapat membentuk Komite Pengarah dengan keanggotaan terdiri atas wakil tokoh masyarakat, wakil dari kelompok tani, dan penyuluh pendamping. Komite Pengarah menyelenggarakan fungsi pembinaan dan pengawasan.
Fungsi pembinaan antara lain : saran pertimbangan dalam penetapan RUB,  penumbuhan dan pengembangan unit usaha otonom Gapoktan.
Fungsi pengawasan antara lain : pengawasan mulai tahap pengusulan dokumen, penyaluran sampai pemanfaatan dana BLM PUAP.
Apabila diindikasikan terdapat penyimpangan penyaluran dan pemanfaatan dana BLM-PUAP antara lain pada : tahapan penyusunan RUB, pengesahan RUB, verifikasi dokumen dan pengajuan RUB, penyaluran dana         BLM-PUAP, penarikan dana BLM-PUAP, dan/atau pemanfaatan dana BLM-PUAP, dilaporkan kepada Kepala Desa/Lurah.

      
 
PROSEDUR PENYALURAN DANA BLM-PUAP

Berdasarkan Pedoman Umum PUAP, penyaluran dana PUAP dilakukan melalui tahapan :

3.1.  Penyusunan Rencana Usaha Bersama (RUB)
a. RUB disusun oleh Gapoktan dengan dibantu Penyuluh Pendamping melalui Rapat Anggota (Formulir 3). Penyusunan RUB harus memperhatikan kelayakan usaha produktif dan kebutuhan petani anggota yang tergambar dalam RUK .
b. RUK disusun oleh kelompok tani anggota gapoktan berdasarkan RUA. Penyusunan RUA harus memperhatikan hasil identifikasi potensi agribisnis yang dilakukan oleh Penyuluh Pendamping mencakup : (a) usaha budidaya di sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan dan (b) usaha non budidaya meliputi usaha industri rumah tangga pertanian, pemasaran skala kecil/bakulan, dan usaha lain berbasis pertanian (tanaman pangan/hortikultura/ peternakan/ perkebunan).
c.             RUK diajukan oleh kelompok tani kepada pengurus Gapoktan meliputi : a) rincian nama petani anggota, b) usaha produktif sesuai dengan Pedum PUAP, c) volume usaha dan biaya, d) nilai usaha dan ditandatangani petani anggota.




3.2.  Pengesahan RUB

a.             RUB Gapoktan disetujui dan disahkan  melalui musyawarah/ rapat anggota, sebagai dokumen PUAP.
b.             RUB selanjutnya ditandatangani oleh ketua Gapoktan dan diverifikasi oleh Penyelia Mitra Tani untuk memperoleh persetujuan ketua Tim Teknis Kabupaten/Kota.  
c.             RUB dan dokumen administrasi pendukung dibuat rangkap 2 (dua) asli, untuk Tim Pembina PUAP Provinsi 1 (satu) dan Tim PUAP Pusat  1 (satu)  antara lain :  (1) Perjanjian Kerjasama (PK), (2) Nama dan nomor Rekening Gapoktan, (3) Surat  Perintah Kerja  (SPK)  bermeterai Rp. 6.000,- , (4) kuitansi bermeterai Rp. 6.000,- yang ditandatangani oleh Ketua Gapoktan, (5) Berita Acara, dan (5) Pakta integritas,  diverifikasi oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota dengan dituangkan dalam Berita Acara Verifikasi (Formulir 8 B).
RUB dan dokumen administrasi pendukung yang telah diverifikasi oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota dan dinyatakan memenuhi syarat (lengkap dan benar) selanjutnya dibuat rekapitulasi dokumen (Formulir 8 A).

3.3. Dokumen Administrasi Pendukung Penyaluran Dana BLM-PUAP
  
3.3.1. Administrasi pendukung Penyaluran Dana BLM-PUAP
Yang disiapkan oleh Gapoktan calon penerima PUAP meliputi  :
(1)       Usulan Gapoktan menjadi penerima PUAP (Formulir  1).
(2)       Nomor Rekening bank aktif  (saldo minimal sesuai ketentuan bank) atas nama Gapoktan yang ditandatangani ketua dan bendahara. Rekening bank Gapoktan dibuka pada bank yang terdekat.
(3)       Perjanjian Kerjasama (PK) antara Gapoktan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  ditandatangani oleh  PPK dan ketua Gapoktan bermeterai Rp. 6.000,-. Format PK lampiran  A.
(4)       Surat Perintah Kerja (SPK) PPK Satker Pusat Pembiayaan Pertanian kepada Gapoktan (ditandatangani oleh PPK dan ketua Gapoktan bermeterai Rp. 6.000,-). Format SPK lampiran B.
(5)       Berita Acara (BA) Serah Terima Uang ditandatangani oleh PPK dan ketua Gapoktan. Format BA lampiran  C.
(6)        Pakta Integritas (PI) yang ditandatangani oleh PPK dan ketua Gapoktan. Format PI  lampiran   D.
(7)       Kuitansi ditandatangani oleh ketua Gapoktan dan diketahui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota serta disetujui oleh PPK, senilai dana BLM PUAP yang diterima oleh Gapoktan (bermeterai Rp. 6.000,-). Format Kuitansi  lampiran E.

3.3.2. Administrasi pendukung Penyaluran Dana BLM-PUAP
 Yang disiapkan oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota dan Tim Pembina PUAP Provinsi meliputi :
(1)       Data rekapitulasi RUB Gapoktan (Formulir 8) disiapkan oleh Tim Pembina PUAP Provinsi.

(2)       Berita acara verifikasi RUB Gapoktan dan dokumen administrasi pencairan dana BLM-PUAP di tingkat provinsi (Formulir 9) disiapkan oleh Tim Pembina PUAP Provinsi.
(3)       Berita acara verifikasi RUB Gapoktan dan dokumen administrasi pencairan dana BLM-PUAP di tingkat kabupaten/kota (Formulir 8B) disiapkan oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota.
(4)       Data rekapitulasi RUB Gapoktan Kabupaten/Kota (Formulir 8 A ) disiapkan oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota.

3.4. Verifikasi Dokumen Gapoktan PUAP

3.4.1. Verifikasi terhadap RUB dan dokumen administrasi lainnya dilakukan oleh Penyelia Mitra Tani (PMT) pada tingkat Kabupaten/Kota antara lain meliputi :
(1) RUB dan dokumen lainnya ditandatangani ketua Gapoktan dengan stempel Gapoktan, apabila Gapoktan tidak mempunyai stempel maka RUB dan dokumen lainnya tidak distempel.
(2) Nama rekening harus atas nama Gapoktan yang dibuka oleh ketua dan bendahara. Penulisan alamat kantor cabang dan atau unit bank harus jelas serta nomor rekening tidak boleh salah.
(3) Penjumlahan dana BLM PUAP dalam RUB tidak melebihi total bantuan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
(4) Pembetulan tulisan dan/atau angka yang salah dalam  RUB dan dokumen administrasi pendukung tidak dibenarkan dengan cara menghapus (penghapus, tip ex), tetapi dapat dicoret ditempat yang salah kemudian ditulis perbaikan dan dibubuhi paraf.
(5) Khusus untuk kuitansi pembayaran dana BLM-PUAP tidak diperkenankan ada kesalahan.
(6) Dokumen administrasi lainnya (PK, SPK, BA, Kuitansi, Pakta Integritas) diisi dan ditandatangani oleh Ketua Gapoktan.
(7) RUB dan dokumen administrasi lainnya yang telah dinyatakan lengkap dan benar oleh PMT selanjutnya diajukan kepada Tim Teknis kabupaten/Kota untuk memperoleh persetujuan.
(8) PMT dan Tim Teknis Kabupaten/Kota melakukan input data Gapoktan dengan benar ke dalam CD File SPP-LS, (Formulir 8).
(9)PMT dan Tim Teknis Kabupaten/kota membuat berita acara  pelaksanaan verifikasi (Formulir 8B) dan rekapitulasi  RUB Gapoktan (Formulir 8 A).
(10)RUB dan dokumen administrasi pendukung yang belum memenuhi syarat, dikembalikan oleh PMT kepada Gapoktan melalui Tim Teknis Kabupaten/Kota untuk diperbaiki.
(11)RUB yang sudah disetujui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota beserta dokumen pendukung lainnya dikirim kepada Tim Pembina PUAP Provinsi c.q Sekretariat PUAP Provinsi.

3.4.2. RUB dan dokumen administrasi pendukung lainnya diteliti dan diverifikasi oleh Tim Pembina PUAP Provinsi c.q Sekretariat PUAP Provinsi meliputi  :
(1) Kesesuaian nomor nomenklatur dokumen (PK, SPK, BA) dan lampiran foto kopi KTP serta buku tabungan Gapoktan.
(2) Penjumlahan dana BLM-PUAP dalam RUB (maksimal Rp. 100.000.000,-).
(3) Kebenaran data-data yang diinput oleh PMT dan Tim Teknis Kabupaten/Kota dalam CD File SPP-LS meliputi : nomor urut sesuai dengan SK penetapan desa dan Gapoktan, nama Gapoktan, nama desa, kecamatan, nama bank cabang/unit, nomor rekening, dan jumlah rupiah (Rp.)  (Formulir 8).
(4)   RUB dan dokumen administrasi pendukung yang belum memenuhi syarat, dikembalikan kepada Tim Teknis Kabupaten/Kota untuk diperbaiki dan dilengkapi.
(5) RUB dan dokumen administrasi pendukung lainnya yang sudah dinyatakan lengkap dan benar serta memenuhi syarat selanjutnya dibuat rekapitulasi dokumen  kemudian dikirimkan kepada Tim PUAP Pusat c.q Sekretariat PUAP Pusat.
(6) Penulisan nama Gapoktan dalam rekap  formulir 8 (format excel) HARUS urut sesuai dengan nama Gapoktan pada Keputusan Menteri Pertanian tentang desa dan Gapoktan. Apabila terdapat Gapoktan yang dokumennya belum lengkap, maka baris nomor urut gapoktan tersebut diisi dengan tanda strip (-).
(7) Apabila dokumen telah diverifikasi dengan lengkap dan benar, maka Tim Pembina PUAP Provinsi c.q Sekretariat PUAP Provinsi membuat berita acara verifikasi dokumen yang ditandatangani oleh Ketua/Sekretaris Tim Pembina PUAP Provinsi (Formulir 9).



(8)    RUB dan dokumen administrasi pendukung lainnya yang sudah dinyatakan memenuhi syarat, selanjutnya dibuat rekapitulasi dokumen (soft copy dan hard copy) sesuai formulir 8, dan bersama berita acara verifikasi (formulir 9), dikirimkan kepada Tim PUAP Pusat c.q. Sekretariat Tim PUAP Pusat.

3.4.3. Berdasarkan usulan  RUB dan dokumen pendukung administrasi yang telah diverifikasi oleh Tim Pembina PUAP Provinsi, Sekretariat PUAP Pusat melakukan :
(1) Menerima dan mengadministrasikan dokumen PUAP yang telah dikirim oleh Tim Pembina Provinsi.
(2) Melakukan pengecekan kelengkapan dokumen PUAP dengan menggunakan  formulir check-list.
(3) Proses penyiapan penyaluran dana BLM-PUAP.   

3.5. Prosedur Penyaluran Dana BLM PUAP

  1. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang menangani pembiayaan pertanian melakukan proses penyaluran Dana BLM PUAP kepada gapoktan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditunjuk oleh KPA sesuai dengan persyaratan dan kelengkapan dokumen yang telah ditetapkan.
  2. Penyaluran dana BLM PUAP dilakukan dengan mekanisme pembayaran langsung (LS) ke rekening Gapoktan.
  3. PPK menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) bermaterai Rp. 6.000,- kepada Gapoktan.
  4. PPK mengajukan Surat Permohonan Pembayaran langsung (SPP-LS) kepada Pejabat Penguji Penerbit SPM.
  5. Pejabat Penguji Penerbit SPM mengajukan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V dengan  melampirkan :
(1)     Ringkasan Surat Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani oleh PPK
(2)     Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) yang ditandatangani oleh KPA.
(3)     Rekapitulasi pembayaran kepada Gapoktan penerima dana BLM-PUAP yang ditandatangani oleh KPA dan diketahui oleh Pejabat Penandatangan SPM.
(4)     Lampiran ringkasan surat perjanjian kerjasama ditandatangani oleh PPK.
(5)     Lampiran Surat Permohonan Pembayaran - LS (SPP-LS) yang ditandatangani oleh PPK.
(6)     Keputusan Menteri Pertanian tentang Penetapan Desa dan Gapoktan.
f.      Berdasarkan SPM-LS, KPPN Jakarta V menerbitkan SP2D ke rekening Gapoktan melalui Bank Operasional KPPN sesuai ketentuan berlaku.

           





PROSEDUR PEMANFAATAN DANA BLM-PUAP

Dana BLM-PUAP yang disalurkan dari Kementerian Pertanian kepada Gapoktan dimanfaatkan sebagai modal usaha, diharapkan dikelola dengan baik dan berkelanjutan oleh pengurus Gapoktan sesuai dengan RUB yang telah disusun Gapoktan. Prosedur penarikan dana BLM-PUAP dari Gapoktan kepada poktan dan petani anggota serta pemanfaatannya sebagai berikut.

4.1. Prosedur Penarikan Dana BLM-PUAP

a.             Pengurus Gapoktan PUAP menginformasikan kepada seluruh petani anggota melalui Poktan bahwa dana PUAP telah masuk ke rekening Gapoktan.
b.             Pengurus Gapoktan meminta kepada seluruh Poktan untuk menentukan jadwal penarikan sesuai dengan RUK.
c.             Pengurus Poktan meminta kepada seluruh petani anggota untuk menentukan jadwal penarikan sesuai dengan RUA;
d.             Penarikan dana BLM PUAP dari Kantor Bank Cabang/Unit Bank Penyalur dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jadwal pemanfaatan yang disepakati pada Rapat Anggota;
e. Formulir penarikan dana PUAP harus ditandatangani oleh Ketua dan Bendahara Gapoktan serta dilaporkan kepada Tim Teknis Kabupaten/Kota.
f.        Dana BLM PUAP dari Gapoktan disalurkan kepada kelompok  tani sesuai RUK.
g. Dana BLM PUAP yang diterima oleh kelompok tani disalurkan kepada petani anggota sesuai RUA.
4.2. Prosedur Pemanfaatan Dana BLM-PUAP

a.             Dana BLM PUAP dimanfaatkan sebagai modal usaha   produktif di sektor pertanian sesuai RUB/RUK/RUA.
b.             Setiap transaksi dilaksanakan secara transparan dan dibukukan serta bukti transaksi harus disimpan secara tertib oleh Bendahara Gapoktan.
c.             Bilamana pemanfaatan Dana BLM PUAP tidak sesuai dengan siklus dan peluang usaha yang terdapat dalam RUB, maka Gapoktan PUAP dapat melakukan perubahan rencana usaha yang diputuskan melalui musyawarah/ Rapat Anggota (RA) dengan Berita Acara yang ditandatangani oleh Ketua Gapoktan, dan diketahui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota dan PMT.
d.             Dana BLM PUAP harus ditumbuhkembangkan secara berkelanjutan oleh Gapoktan sebagai modal dasar Unit Usaha Otonom simpan pinjam, yang selanjutnya dikembangkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A).  





PELAPORAN


Laporan penyaluran dana BLM-PUAP, setelah diterima Gapoktan  untuk disalurkan kepada Kelompok tani dan petani anggotanya dibuat secara berjejang, mulai dari Gapoktan kepada kelompok tani dan petani anggota serta perkembangan usahanya.

5.1. Laporan penyaluran dana BLM-PUAP kepada Kelompok
a.       Gapoktan menyusun laporan bulanan penyaluran dana BLM-PUAP kepada kelompok sesuai dengan jadwal pemanfaatan yang diusulkan oleh kelompok .
b.       Pengurus Gapoktan melaporkan jenis-jenis usaha produktif dilaksanakan oleh kelompok yang dibiayai melalui dana BLM PUAP yang sudah diterima.
c.    Laporan bulanan Gapoktan yang mencakup penyaluran dana BLM dan jenis usaha produktif sebagaimana pada butir a dan b dituangkan dalam (Formulir 5A)
d.       Laporan bulanan (Formulir 5A)  oleh Gapoktan dikirimkan kepada Penyuluh Pendamping untuk selanjutnya dikompilasi oleh PMT menjadi formulir elektronik untuk dikirim ke operation room Kementerian  Pertanian dan menjadi bahan laporan Tim Teknis Kabupaten/Kota.



5.2.        Laporan Penyaluran Dana BLM -PUAP kepada Petani Anggota
a.       Ketua Kelompok menyusun laporan bulanan penyaluran dana BLM PUAP kepada petani anggota sesuai dengan jadwal pemanfaatan yang diusulkan oleh petani anggota.
b.       Ketua Kelompok melaporkan jenis-jenis usaha produktif yang dilakukan oleh petani anggota yang dibiayai melalui dana BLM- PUAP.
c.       Laporan bulanan yang mencakup penyaluran dana BLM dan jenis usaha produktif sebagaimana pada butir a dan b dituangkan dalam (Formulir 5B).
d.       Laporan (Formulir 5B) dikirimkan oleh Ketua Kelompok kepada Gapoktan untuk selanjutnya dikompilasi menjadi laporan Gapoktan.

5.3.        Laporan Perkembangan  Usaha Gapoktan
a.       Gapoktan membuat laporan bulanan tentang  perkembangan kegiatan usaha agribisnis yang dilakukan oleh kelompok tani mencakup 1) modal usaha awal, 2) nilai usaha akhir, dan 3) pendapatan. 
b.       Dalam penyusunan laporan Gapoktan dibantu Penyuluh Pendamping.
c.       Laporan perkembangan usaha Gapoktan (Formulir 5C) dikirimkan oleh Gapoktan kepada PMT melalui  Penyuluh Pendamping.

5.4.       Laporan perkembangan usaha Kelompok
a.       Ketua Kelompok membuat laporan bulanan tentang  perkembangan kegiatan usaha agribisnis yang dilakukan oleh kelompok tani mencakup 1) modal usaha awal, 2) nilai usaha akhir, dan 3) pendapatan; 
b.       Dalam penyusunan laporan kelompok dibantu Penyuluh Pendamping;
c.       Laporan perkembangan usaha kelompok (Formulir 5D) dikirimkan kepada Gapoktan untuk selanjutnya dikompilasi menjadi laporan Gapoktan.
                       
5.5.       Laporan Tahunan Gapoktan
a.       Berdasarkan laporan bulanan pada akhir tahun Gapoktan menyusun laporan tahunan yang mencakup :
1.       Penyaluran dana BLM PUAP
2.       Jenis- jenis usaha produktif
3.       Perkembangan kegiatan usaha agribisnis
4.       Permasalahan yang dihadapi
5.       Saran tindak lanjut
b.       Laporan tahunan yang telah disahkan pada Rapat Anggota selanjutnya disampaikan kepada Tim Teknis Kabupaten/ Kota.


Keberhasilan PUAP sangat di tentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh Pelaksana PUAP baik Tim Pembina PUAP Provinsi maupun Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan dukungan Pemerintah Daerah dalam mendorong pelaksanaan PUAP.

Dalam upaya meningkatkan keberhasilan PUAP maka proses penyelesaian dokumen diharapkan dapat dipahami oleh Pelaksana di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun Gapoktan. Untuk itu diharapkan Buku Petunjuk Teknis Verifikasi dan Penyaluran Dana BLM-PUAP ini dapat menjadi acuan dalam pengisian kelengkapan dokumen administrasi pelaksanaan PUAP tahun 2010. 
sumber : GAPOKTAN MAJA MULYA pelatihan Lembang Bandung


                                                                                  









Tentang Radione Wong Tani

Foto Saya
Radio Komunitas Petani, Rakom Remaja fm menyampaikan informasi - informasi pertanian dan pendidikan untuk komunitas petani dan pendengar lain umumnya. semangat untuk terus berkarya dan memberikan layanan informasi yang kami gali dari berbagai sumber sebagai bhakti dan kecintaan kami terhadap petani. remaja fm dirikan dengan motivasi mendekatkan petani dengan informasi pertanian, rakom remaja fm membuka lebar corong siaran kami untuk membantu dalam mensosialisikan program - program pemerintah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More